Ketua KPI Yuliandre Darwis memberi salam bersama pimpinan lembaga dari negara lain pada malam perjamuan the International Bradcasting Co-production Conference di Seoul, 19-20 Juni 2019.

Seoul – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengajak negara-negara Asia-Pasifik saling bekerja sama dan bertukar program siaran, selain agar terjadi pemerkayaan budaya banyak negara, juga untuk meredam dominasi penyedia konten dunia yang tidak mau bekerja sama. Itulah sebagian kesimpulan yang tercetus dalam rangkaian diskusi kelompok pada acara tahunan yang digelar oleh Korea Communications Commission dan Korea Information Society Development Institute di Seoul, Korea Selatan, 19-20 Juni 2019.

Acara yang berlangsung di dua tempat, Hotel Stanford dan Nuritkum Square, Seoul, itu dihadiri sejumlah perwakilan badan dan regulator bidang telekomunikasi dan penyiaran dari negara-negara Asia Pasifik antara lain; Turki, Selandia Baru, India, Thailand, Vietnam, Indonesia, Malaysia, China, Jepang, dan Inggris sebagai salah satu pemateri seminar.

Dibuka oleh Wakil Ketua KCC Hur Wook pada 19 Juni malam, tuan rumah menyambut hangat kehadiran peserta termasuk Ketua KPI Yuliandre Darwis, Komisioner KPI Pusat, Mayong Suryo Laksono dan Kepala Sekretariat KPI Pusat, Maruli Matondang. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan perjamuan.

Hari kedua, acara praktis penuh sejak pagi. Setelah pidato pembukaan oleh Ketua KCC Lee Hyo-seong, acara dilanjutkan dengan beberapa pidato ucapan selamat dari beberapa peserta, penganugerahan KCC kepada sejumlah tokoh penyiaran dan film Korea, disambung dengan presentasi dan seminar mengenai kerja sama program di era perubahan global. 

Pada sesi seminar dan presentasi ini, muncul kesadaran bersama untuk menyongsong lansekap baru penyiaran di satu sisi, namun pada sisi lain juga timbul keinginan untuk mengatur penyedia konten global seperti Netflix yang tidak mau berkolaborasi dengan lembaga penyedia konten siaran di sebuah negara.

Sesi kedua pagi itu, dilanjutkan diskusi Vision Round Table dan setelah jeda makan siang berlanjut dengan seminar dan diskusi dalam sejumlah kelompok kecil berdasarkan tema. Di sela-sela acara peserta dapat menikmati pameran dengan aneka booth tentang penyiaran, tentang aturan, globalisasi media, teknologi, dan lainnya.

Mayong Suryo Laksono menjadi salah satu panelis Vision Round Table pada International Broadcasting Co-production Conference di Seoul, Kore, 19-20 Juni 2019, yang tahun ini bertema Collaboration Across Borders and Technologies.

Dalam Vision Round Table, Komisioner bidang Pengawasan Isi Siaran KPI Pusat, Mayong Suryo Laksono, menjadi panelis bersama dengan Chris Payne (Kepala Hubungan Internasional NZFC Selandia Baru), Col. Natee Sukonrat (Wakil Ketua NBTC Thailand), Ebubakir Sahin (Presiden RTUK Turki), You Xian Gong (Ketua CTPIA dan CEO pada Beijing-Jingdu Century Culture, China) dan acara dipandu oleh Wakil Ketua KCC Suk-jin Kim.

Mengenai kerja sama program, kata Mayong, di penyiaran Indonesia telah lama terjadi. Di luar acara televisi Amerika, penonton televisi Indonesia sejak lama sudah menggemari serial Oshin dari Jepang, F4 dari Taiwan, Winter Sonata dari Korea, dari India, Turki, Malaysia, Thailand, dan lainnya. Semua berlangsung antarpelaku bisnis, bahkan tanpa keterlibatan pemerintah. Kalaupun kemudian berkembang menjadi produksi bersama, beberapa lembaga penyiaran kita sudah langsung bekerja sama dengan beberapa negara termasuk Korea. 

Mayong menegaskan, KPI berperan memberi dukungan bagi berjalannya kerja sama itu, bukan mengeluarkan izin atau surat keterangan untuk kemudahan produksi atau keringanan pajak misalnya, karena itu bukan kewenangan KPI. 

“Kalau ada kesulitan atau masalah, KPI akan membantu menghubungkan pihak yang bekerja sama dengan instansi yang berwenang di Indonesia. Dan kami berharap, tidak hanya lembaga penyiaran kami yang menyiarkan program anda-anda, namun juga sebaliknya, berikan juga kemudahan bagi penyedia konten kami untuk berproduksi dan menawarkan produk siarannya kepada Anda,” kata Mayong dalam forum itu. Laporan MSL dari Korea Selatan

Setelah selesai konferensi KCC melakukan pembicaraan bilateral dengan KPI. Ketua KCC Lee Hyo-seong didampingi Direktur Jenderal Kang menerima delagasi KPI yang terdiri atas Yuliandre Darwis, Mayong Suryo Laksono, Sekretaris Maruli Matondang, dan Anggun, staf atase bidang penerangan, pendidikan, dan kebudayaan KBRI di Korea.

 

Hak Cipta © 2024 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.