Ketua KPI Pusat, Yuliandre Darwis.

 

Jakarta -- Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menggelar Refleksi Akhir Tahun 2018 di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Rabu (19/12/2018). Refleksi akhir tahun ini merupakan bentuk pertanggungjawaban KPI ke publik berupa laporan kinerjanya selama setahun di bidang Kelembagaan, Pengawasan Isi Siaran dan Pengelolaan Struktur dan Sistem Penyiaran (PS2P).

Ketua KPI Pusat, Yuliandre Darwis, mengatakan, kegiatan refleksi ini merupakan momentum bagi KPI untuk mengevaluasi kinerjanya selama 2018. Menurut Yuliandre, upaya ini untuk meningkatkan kualitas penyiaran dan kinerja KPI di tahun depan. 

“KPI sebagai regulator penyiaran sekaligus representasi publik mengambil peran strategis dalam memberi konstribusi positif terhadap perbaikan dunia penyiaran. Karena itu, kami selalu terbuka menerima setiap pemikiran, masukan dan kritikan dari mana pun selama hal itu untuk kemajuan dan perkembangan dunia penyiaran di tanah air,” katanya saat menyampaikan sambutan di awal acara.

Sepanjang tahun ini, lanjut Yuliandre Darwis, telah dilaksanakan berbagai program kegiatan yang muaranya untuk peningkatan kualitas siaran. Hal ini berkaitan dengan upaya besar KPI terhadap perlindungan anak dan remaja Indonesia melalui isi siaran. 

“Kami sangat peduli dengan perlindungan terhadap anak dan remaja, dan ini menjadi program utama kami,” katanya. 

Yuliandre juga menyampaikan sejumlah program kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kualitas penyiaran yakni kegiatan Survey Indeks Kualitas Program Siaran Televisi 2018. Program survey ini termasuk program prioritas nasional yang dilakukan secara mandiri oleh KPI dengan melibatkan 12 Perguruan Tinggi di 12 Kota di Indonesia.

“Hasil survey di 12 kota tersebut kami harapkan memberikan manfaat kepada lembaga penyiaraan untuk terus berusaha memproduksi program siaran yang lebih bermutu dan berkualitas,” jelas Andre.

Menurut Andre, fenomena penyiaran yang tak kalah penting pada 2018 adalah MoU kerjasama antara KPI dengan sejumlah pihak antara lain Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) dan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Pusat.

“Konsentrasi kami selama ini adalah terus meningkatkan kualitas konten di lembaga penyiaran. Karena itu, MOU dengan berbagai stakeholder ini, terutama pihak periklanan dan industri kreatif, sangat penting karena selaras dengan upaya kita mewujudkan dunia penyiaran Indonesia yang lebih baik dari segi konten,” jelas Andre.

Usai Ketua KPI Pusat menyampaikan kata sambutan, Koordinator setiap bidang di KPI Pusat menyampaikan laporang pertanggungjawabannya. Bidang kelembagaan diwakili Prof Obsatar Sinaga, bidang Isi Siaran diwakili Hardly Stefano, dan bidang Pengelolaan Struktur dan Sistem Penyiaran (PS2P) diwakili oleh Agung Suprio. ***

 

Hak Cipta © 2019 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.