Direktur Jenderal (Dirjen) Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Niken Widiastuti.

 

Jakarta – Terlalu banyak ujaran kebencian di media sosial membuat media mainstream seperti televisi dan radio kembali mendapatkan kepercayaan tinggi dari publik. Hasil penelitian dari salah satu lembaga survey di luar negeri menyatakan kepercayaan publik terhadap media televisi dan radio naik 5 poin, sedangkan media sosial turun 2 poin.

Direktur Jenderal (Dirjen) Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Niken Widiastuti mengatakan, perubahan kepercayaan ini mengindikasikan masyarakat telah mengalami perubahan cara pandang dalam mengakses media. Artinya, masyarakat sekarang makin cerdas.

“Sekarang masyarakat tidak gampang percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial. Masyarakat Indonesia sekarang semakin cerdas,” kata Niken saat menjadi pemateri di Sekolah P3SPS KPI Angkatan XXX di Kantor KPI Pusat, Selasa (28/8/2018).

Menurut Dirjen IKP yang pernah menjadi penyiaran radio RRI, perubahan tersebut tak lepas dari upaya meliterasi masyarakat agar cerdas menyikapi dan memilih informasi di media khususnya media sosial.  

“Kita tidak boleh lelah melakukan literasi kepada publik dan ini harus melibatkan banyak elemen termasuk para jurnalis. Upaya lainnya adalah menciptakan konten positif untuk melawan konten negative dan hoax. Peran media penyiaran sangat besar dalam melawan hal negatif dan hoax tersebut,” katanya di depan peserta sekolah yang sebagian besar wakil dari lembaga penyiaran.

Dalam kesempatan itu, Niken menjelaskan bagaimana pola perkembangan media dan kemajuan teknologi informasi. Menurutnya, mediamorfosis adalah kata kunci untuk menunjuk fenomena media masa saat ini. Banyak sumber informasi berada dalam satu genggaman dan semua orang bisa memproduksi informasi dan menjadi media. 

Kondisi itu, membuat masyarakat banjir akan informasi yang kebenaran tidak bisa dipertanggungjawabkan semua. Dampaknya adalah terjadinya perubahan perilaku di masyarakat hingga sangat mudah mencaci maki.

Niken berharap, di tengah maraknya informasi negatif dan hoax di media sosial, media penyiaran dapat menjadi media yang mencerahkan masyarakat dan penjaga integrasi bangsa. ***

 

Hak Cipta © 2018 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.