Komisioner KPI Pusat, Hardly Stefano, dalam acara Emtec Goes To Campus di Universitas Telkom Bandung, beberapa waktu lalu.

 

Bandung - Menghadapi persaingan industri penyiaran yang ketat seperti sekarang ini, dibutuhkan sumber daya manusia atau pekerja dengan karakter TKI  yaitu Tangguh, Kreatif, dan Integritas. Karakter pekerja seperti ini dinilai pas dengan situasi industri penyiaran yang ketat dalam kompetisi dan tinggi kreativitas.

Pendapat tersebut disampaikan Komisioner KPI Pusat yang juga Koordinator bidang Isi Siaran, hardly Stefano, kepada mahasiswa peserta Emtec Goes to Campus 2017 di Univesitas Telkom Bandung, Kamis pekan lalu (30/11/2017).

Menurut Hardly, mahasiswa yang baru lulus dan ingin berkarir di industri penyiaran harus memiliki karakter TKI. Pasalnya, bekerja di industri penyiaran jangan semata dilihat dari tampilan luar yang terlihat glamour.

“Harus dipahami bahwa industri ini merupakan industri kreatif dengan persaingan yang sangat ketat. Disatu sisi program siaran yang diproduksi harus mampu menarik penonton yang banyak, namun di sisi yang lain juga harus mengandung nilai-nilai positif dan edukatif,” jelas Hardly.

Hardly menjelaskan, bekerja di industri penyiaran itu harus tangguh ketika menghadapi tekanan pekerjaan. Bekerja di industri penyiaran memiliki tuntut berbeda dengan pekerjaan biasa karena media penyiaran seperti televisi tidak pernah berhenti bersiaran.

Selain itu, kreativitas yang dinamis dan penuh kejutan akan mampu menghasilkan tontonan yang berkualitas. “Tontonan yang berkualitas itu yang memiliki nilai positif dan hal ini akan memberi dampak yang baik bagi masyarakat. Persoalan kualitas isi siaran menjadi perhatian besar KPI saat ini,” kata Hardly.

Adapun soal integritas hal ini bagian yang tak terpisahkan dari pengembangan kualitas isi siaran.  Arti integritas itu adalah suatu konsep berkaitan dengan konsistensi dalam tindakan-tindakan, nilai-nilai, metode-metode, ukuran-ukuran, prinsip-prinsip, ekspektasi-ekspektasi dan berbagai hal yang dihasilkan. Orang berintegritas berarti memiliki pribadi yang jujur dan memiliki karakter kuat.

“Jika setiap pekerja penyiaran memiliki poin ini, saya yakin mereka akan mampu menghasilkan tontonan yang menarik dengan tetap disertai tuntunan nilai-nilai positif atau bermanfaat bagi masyarakat,” papar Hardly. ***

Hak Cipta © 2017 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.