Pembinaan Isi Siaran "Dahsyat" RCTI oleh KPI Pusat.

 

Jakarta – Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI Pusat) melakukan pembinaan isi siaran untuk program acara “Dahsyat” RCTI usai mendapat sanksi penghentian sementara akhir Maret lalu, Kamis (20/3/17) di Studio Dahsyat RCTI, Kebun Jeruk, Jakarta. Pembinaan ini merupakan salah satu upaya KPI Pusat guna meningkatkan kualitas dan nilai program acara “Dahsyat”.

Pembinaan isi siaran ini dihadiri semua host dan tim produksi acara “Dahsyat” seperti Raffi Ahmad, Denni Cagur, Ayu Dewi, Syahnaz, dan Dede. Hadir pula Direktur Corporate Affairs, Syafril Nasuiton dan Direktur Program RCTI, Dini Aryanti Putri.Komisioner KPI Pusat yang hadir yakni Hardly Stefano, Nuning Rodiyah dan Mayong Suryo Laksono.

Di awal acara, Komisioner KPI Pusat, Hardly Stefano mengatakan, pembinaan ini bertujuan mencari keselarasan pandangan mengenai aturan P3SPS KPI. Batasan yang terdapat dalam peraturan tersebut dapat dipahami para kru “Dahsyat” sehingga kreasi yang diungkapkan pada saat siaran tidak berbenturan dengan aturan.



“Kami ingin pembinaan ini seperti diskusi bersifat kekeluargaan agar apa saja yang menjadi kesulitan dan ganjalan dalam mengartikan batasan yang ada dalam dapat diceritakan kepada kami. Kami akan menjelaskan dan memberi masukan kepada rekan-rekan Dahsyat untuk jadi catatan,” kata Hardly.

Selain itu, Hardly menyampaikan bahwa sanksi yang diberikan KPI untuk program yang melanggar merupakan bentuk perlindungan pihaknya terhadap anak-anak dan remaja. Setiap tindakan dan perkataan dalam acara yang dampaknya tidak baik dikhawatirkan dianggap sesuatu yang biasa dan kemudian ditiru mereka dalam keseharian.

Hal yang sama juga disampaikan Komisioner KPI Pusat, Nuning Rodiyah. Menurutnya, anak-anak dan remaja harus dilindungi dari siaran yang tidak baik dan berpengaruh buruk. Perlindungan terhadap khalayak khusus ini bagian dari amanah yang diatur dalam P3 dan SPS KPI.

“Mari kita konsisten untuk memperbaiki dan menjaga isi siaran. Jangan sampai hal-hal yang tidak positif  di televisi ditiru oleh anak-anak yang menonton,” kata Nuning.



Sementara itu, artis sekaligus host acara “Dahsyat” Raffi Ahmad mengatakan bahwa sekarang dia dan rekannya di Dahsyat lebih berhati-hati saat bersiaran. Kehati-hatian tersebut untuk meminimalisir adanya pelanggaran. Bahkan, menurut Raffi, tayangan Dahsyat sekarang lebih baik ketimbang sebelumnya.

Pada kesempatan yang sama, Denni Cagur menanyakan perihal batasan-batasan yang tidak boleh dilakukan. Batasan itu meliputi kata-kata apa saja yang tidak dan boleh disampaikan pada saat siaran.

Di akhir pertemuan itu, Komisioner KPI Pusat, Mayong Suryo Laksono mengatakan aturan atau kebijakan KPI bukanlah untuk memasung kreativitas industri penyiaran. Justru dengan aturan yang ada itu, kalangan industri dapat melakukan kreasinya dengan bebas sesuai dengan pedoman yang ada. “Jadi, kami sangat mengharapkan rekan-rekan untuk juga memikirkan penonton seperti anak-anak dan remaja,” paparnya. ***

Hak Cipta © 2017 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.