Jakarta – Ketua KPI Pusat, Yuliandre Darwis, meminta segenap anggota PERHUMAS (Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia) untuk mendukung gerakan “Hantam Hoax” yang telah dideklarasikan di Bandung, akhir bukan lalu.

Menurut Andre, panggilan akrab Ketua KPI Pusat ini, anggota Perhumas yang jumlah sangat banyak dapat menjadi juru kampanye bagi gerakan hantam hoax atau berita palsu itu. “Perhumas dapat menjadi garda terdepan dalam memerangi pemberitaan palsu yang ada di media sosial ataupun media lainnya,” katanya di sela-sela acara PERHUMAS Coffee Morning dengan tema “Goverment PR in The Age Dialogue” di Gedung WTC, Jumat, 3 Maret 2017.

Andre menjelaskan, fenomena hoax atau berita palsu menjadi permasalahan semua negara termasuk Indonesia karena sangat meresahkan dan mengacam keutuhan hidup bernegara dan bermasyarakat.

“KPI bersama-sama negara-negara yang hadir dalam forum internasional di Bandung akhir bulan lalu memiliki kesamaan pandangan dalam memerangi pemberitaan palsu atau hoax. Kita menginginkan informasi yang baik dan benar serta tidak memecah belah keanekaragaman. Kita tidak ingin adanya pemberitaan yang saling menyalahkan,” jelasnya.

Andre juga mengkhawatirkan maraknya pemberitaan hoax berpengaruh terhadap pengambilan keputusan hukum atau kebijakan lainnya. “Saat ini, kondisi di society hukum konstitusi cenderung menjadi hukum opini,” paparnya.

Selain Ketua KPI Pusat, dalam acara PERHUMAS hadir narasumber antara lain Johan Budi (Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi), Heri Rakhmadi (Wakil Ketua PERHUMAS dan CEO Bamboedoea) dan Endah Kartikawati (Ketua Pranata Humas). ***

Hak Cipta © 2017 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.