Jakarta – Walaupun dalam kondisi prihatin dan serba terbatas karena pandemi Covid-19, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tetap memberikan apresiasi tertinggi untuk program acara terbaik khusus Ramadan dan insan penyiaran dalam Anugerah Syiar Ramadan tahun 2020/1441 H, Sabtu (11/7/2020). Pengumuman para pemenang Anugerah dilakukan secara langsung dan virtual dari Kantor KPI Pusat, Jakarta. 

Komisioner KPI Pusat, Mimah Susanti menjelaskan, pemberian penghargaan Anugerah Syiar Ramadan tetap diadakan karena komitmen lembaga penyiaran yang setia menyajikan program acara khusus Ramadan berkualitas bagi masyarakat. 

“Memang anugerah ini tidak bisa diselenggarakan seperti biasa dan berbeda karena diadakan dalam kondisi pendemi. Kami tetap menyadari penghargaan ini harus tetap dilakukan karena KPI harus memberikan apresiasi kepada lembaga penyiaran yang tetap menyajikan program Ramadan yang baik dan berkualitas. Ini bagian dari pemicu lembaga penyiaran untuk membuat program yang baik dan berkualitas,” jelasnya di sela-sela jumpa pers sesaat sebelum acara anugerah dimulai.

Menurut Mimah Susanti, penilaian atas tayangan program siaran ramadan menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Dalam melakukan penilaian, KPI melakukan verifikasi awal terhadap 74 program Ramadan yang tayang selama satu bulan. Dari 74 program siaran yang diverifikasi tersebut, didapatkan 39 program yang berhak menjadi nominasi dari 9 kategori penganugerahan. Beberapa program Ramadan yang merupakan program re-run, tidak ikut dinilai oleh KPI dalam penganugerahan ini. 

Sementara itu, Wakil Ketua KPI Pusat, Mulyo Hadi Purnomo, menyampaikan nomine dan pemenang anugerah diputuskan melalui rapat dewan juri yang terdiri dari Komisioner KPI Pusat, Komisi I DPR RI, MUI, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), dan Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah.

Berikut ini adalah nama-nama pemenang kategori dalam Anugerah Syiar Ramadan 2020/1441 H: 

1. Pemenang Kategori Program Liputan Khusus Ramadan : Seputar Inews Pagi (Anak Pesantren) - RCTI

2. Pemenang Kategori Program Ajang Bakat : Beraksi Di Rumah Saja - Indosiar

3. Pemenang Kategori Program Dakwah Talkshow : Sahur Time - Kompas TV

4. Pemenang Kategori Program Dakwah Non Talkshow (Ceramah) : Asmaul Husna - Metro TV

5. Pemenang Kategori Program Dakwah Non Talkshow (Kultum) :  Mutiara Hati - SCTV

6. Pemenang Kategori Program Sinetron : Para Pencari Tuhan Jilid 13 - SCTV

7. Pemenang Kategori Program Film Animasi : Lorong Waktu - SCTV

8. Pemenang Kategori Program Ramadan Future dan Dokumenter : Mesjid Bersejarah Nusantara - RTV  

9. Pemenang Kategori Program Ramadan Wisata Budaya : Muslim Travelers - Net TV

10. Pemenang Kategori Televisi Terbaik Ramadan 2020 : Stasiun Televisi SCTV

11. Pemenang Kategori Penyanyi Pria Muda Inspiratif : Fildan Rahayu

12. Pemenang Kategori Penyanyi Wanita Muda Inspiratif : Nada Umayatul Awaliyah

13. Pemenang Kategori Dai Muda Inspiratif : Muhammad Azhari Nasution

14. Pemenang Kategori Daiah Muda Inspiratif : Mumpuni Handayayekti

15. Pemenang Kategori Qori Muda Inspiratif : Muzammil Hasballah 

16. Pemenang Kategori Qoriah Muda Inspiratif : Nadia Hawasyi 

17. Pemenang Kategori Host Muda Inspiratif : Lesti Andriyani

18. Pemenang Kategori Grup Musik Muda Inspiratif : The Amazing Putri Bani Harun (TAPBH) 

19. Pemenang Kategori Aktor Muda : Syakir Daulay

20. Pemenang Kategori Aktris Muda : Betari Ayu Almadania Laksminingrum *** 

 

 

 

 

Jakarta - Penganugerahan atas program siaran berkualitas di bulan Ramadhan kembali digelar oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora). Anugerah Syiar Ramadhan 1441 H/ 2020M yang digelar pada 11 Juli 2020, merupakan wujud apresiasi terhadap lembaga penyiaran yang konsisten menghadirkan program siaran yang selaras dengan nilai, semangat dan spiritualitas Ramadan. 

Meski merupakan penganugerahan rutin setiap tahun, penyelenggaraan tahun ini tentunya menjadi berbeda mengingat kondisi pandemi wabah Covid-19. KPI menyadari sepenuhnya bahwa Lembaga Penyiaran menghadapi berbagai tantangan dalam proses produksi program siaran, khususnya pada bulan suci Ramadan 1441 Hijriah/2020 M. Tayangan yang disajikan Lembaga Penyiaran pun didominasi program yang disiarkan ulang (re-run) dan  program yang dikemas ulang (repackage).

Oleh karena itu, pada Anugerah Siaran Ramadan tahun ini,  penilaian atas tayangan program siaran ramadan menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Dalam melakukan penilaian, KPI melakukan verifikasi awal terhadap 74 program Ramadan yang tayang selama satu bulan. Dari 74 program siaran yang diverifikasi tersebut, didapatkan 39 program yang berhak menjadi nominasi dari 9 kategori penganugerahan. Beberapa program Ramadan yang merupakan program re-run, tidak ikut dinilai oleh KPI dalam penganugerahan ini. 

Sekalipun dengan keterbatasan yang ada akibat pandemi Covid-19, KPI Pusat tetap selektif dalam menilai dan mempertimbangkan kualitas program siaran yang telah memenuhi syarat untuk diperlombakan dalam Anugerah Syiar Ramadan tahun ini. Untuk mendapatkan penilaian program siaran Ramadan terbaik tahun ini, KPI telah membentuk tim juri yang terdiri dari unsur Pimpinan KPI Pusat, Komisi I DPR RI, MUI, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), dan Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah.

Adapun dalam melakukan penilaian kriteria yang digunakan oleh KPI meliputi, kesesuaian dengan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 &SPS), tidak pernah mendapatkan sanksi dari KPI dan selaras dengan nilai-nilai keagamaan yang dianut oleh masyarakat dalam menjalankan ibadah Ramadan, serta sesuai dengan protokol pencegahan Covid-19. Selain itu, program siaran merupakan produksi baru, atau sekurang-kurangnya merupakan repackage dari program yang pernah tayang sebelumnya. 

Dengan mengusung tema “Spiritualitas Siaran Ramadan di Tengah Pandemi”, tim juri Anugerah Syiar Ramadan melakukan penilaian terhadap 9 (sembilan) kategori program acara Ramadan terbaik dan 1 (satu) televisi terbaik Ramadan, yang terdiri dari:

1. Program Liputan Ramadan 

2. Program Ramadan Dokumenter

3. Program Ramadan Wisata Budaya

4. Program Dakwah  Talk Show 

5. Program Dakwah Non Talk Show (Kultum)

6. Program Dakwah Non Talk Show (Ceramah)

7. Program Film Animasi

8. Program Sinetron 

9. Program Ajang Bakat

10. Program Televisi Terbaik Syiar Ramadan 2020

Puncak acara Anugerah Syiar Ramadan Tahun 2020 ini akan diselenggarakan melalui webinar yang juga disiarkan secara langsung melalui akun media sosial KPI. KPI berharap, penganugerahan ini dapat terus memicu semangat lembaga penyiaran untuk tetap menghadirkan program-program berkualitas di tengah masyarakat. Selain itu, siaran yang edukatif dan mencerahkan, sebagaimana yang menjadi semangat spiritualitas Ramadan, dapat menjadi teraplikasi dalam program siaran regular sepanjang tahun. 

Berdasarkan berita acara rapat dewan juri Anugerah Syiar Ramadan 2020,  ditetapkan nominasi untuk 9 kategori Anugerah Syiar Ramadan 2020, sebagai berikut: 

1. Kategori Program Liputan Khusus Ramadan

- Kompas Siang (Inspirasi Ramadan) - Kompas TV

- Metro Siang (Jelajah 1000 Masjid) - Metro TV

- Pesan Ramadan - TV One

- Semangat Ramadan - RTV

- Seputar Inews Pagi (Anak Pesantren) - RCTI

2. Kategori Program Ajang Bakat 

- Beraksi Di Rumah Saja – Indosiar

- Di Rumah Kita Bisa – Metro TV

- Hafiz Indonesia 2020 – RCTI

- Qasidah Fest – TVRI

- Syair Ramadan – GTV 

3. Kategori Program Dakwah Talkshow

- Dialog Ramadan Bersama Din Samsudin – TVRI

- Indahnya Ramadan Bersama Ustad Abdul Somad & Sahabat – TV One

- Ramadan Penuh Rahmat – Metro TV

- Sahur Time – Kompas TV

- Tafsir Al Misbah – Metro TV

4. Kategori Program Dakwah Non Talkshow (Ceramah)

- Asmaul Husna – Metro TV

- Damai Indonesiku – TV One

- Hikmah Saur – RTV

- Islam Itu Indah – Trans TV

- Kisah Nabi – iNews

5. Kategori Program Dakwah Non Talkshow (Kultum)

- Cahaya Hati Ramadan – Metro TV

- Cahaya Tauhid AA Gym – MNC TV

- Kurma – Kompas TV

- Mutiara Hati – SCTV

- Rahmatan Lilalamin – iNews

6. Kategori Program Sinetron

- Amanah Wali 4 - RCTI

- Dunia Terbalik - RCTI

- Para Pencari Tuhan Jilid 13 – SCTV

7. Kategori Program Film Animasi

- Lorong Waktu - SCTV

- Nussa - Trans TV

- Si Entong - MNC TV

8. Kategori Program Ramadan Future dan Dokumenter

- Islampedia - Trans 7

- Mesjid Bersejarah Nusantara - RTV  

- Pesona Islam - TV One 

- Ramadan Kareem - Net TV

9. Kategori Program Ramadan Wisata Budaya

- Jejak Islam - TVRI

- Masak Enak Ramadan - Net TV

- Muslim Travelers - Net TV

- Serba Serbi Islam – Trans TV

10. Kategori Televisi Terbaik Ramadan 2020 (Pemenang diumumkan langsung)

Jakarta - Survey Minat Kepentingan dan Kenyamanan (MKK) Publik yang diamanatkan oleh Undang-Undang, merupakan instrumen yang dipakai dalam proses awal perijinan penyelenggaraan penyiaran. MKK diyakini dapat menjadi sebuah terobosan mewujudkan demokratisasi penyiaran melalui keberagaman konten siaran.  Hal ini mengemuka dalam diskusi kelompok terpumpun/ Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan KPI tentang Minat Kenyaman dan Kepentingan Publik Tentang Pendirian Lembaga Penyiaran, (9/7).

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Agung Suprio, dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa hasil survey MKK yang dibuat oleh KPI akan menjadi panduan bagi pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) saat memulai proses awal perijinan di sebuah wilayah layanan. Agung sendiri berpendapat, melalui survey MKK ini akan dapat mengakomodasi hadirnya konten lokal yang menjadi kepentingan utama dari masyarakat di masing-masing daerah. 

Di awal FGD, Agung memberikan arahan tentang kondisi dunia saat ini di tengah globalisasi. Mengutip pendapat dari beberapa ahli, dalam globalisasi akan muncul sebuah paradox. Dalam hal ini adalah hadirnya konten lokal  yang menjadi indah di tengah globalisasi tersebut. “Lewat survey MKK inilah, kepentingan publik akan konten lokal dapat terakomodir,” ujarnya.  

Sementara itu Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafidz yang turut menjadi narasumber dalam FGD yang digelar secara daring itu menegaskan tentang fungsi MKK Publik dalam penyelenggaraan penyiaran. Selain menjadi pertimbangan bagi KPI untuk melahirkan lembaga penyiaran yang sesuai kebutuhan publik, MKK juga dapat mencegah terjadinya persaingan usaha yang tidak sehat. Meutya juga meyakini, MKK ini dapat menjadi instrumen untuk menghadirkan diversity of content dan diversity of ownership. Kegagalan dunia penyiaran saat ini adalah kurangnya menawarkan ragam isi siaran, ujar Meutya. “Meski Televisi sudah bertambah banyak, tapi isinya mirip satu sama lain,” tambahnya. Padahal sesungguhnya masing-masing lembaga penyiaran harus dapat fokus pada masing-masing peminatan publik.

Selain pemaparan dari Ketua Komisi I DPR dan arahan dari Ketua KPI Pusat, narasumber yang hadir adalah akademisi dari Universitas Padjajaran, Atwar Bajari. Dalam kesempatan tersebut Atwar menjelaskan konsep dasar dalam penyusunan instrumen sebuah survey, termasuk di dalamnya survey MKK. Atwar juga memberikan masukan terhadap instrumen survey yang sudah pernah dilakukan KPI dalam membuat MKK beberapa tahun lalu. 

Sementara itu, Komisioner KPI Pusat Koordinator Bidang Pengelolaan Struktur dan Sistem Penyiaran (PS2P) Mohammad Reza menjelaskan dengan adanya survey MKK ini kita akan mengetahui format siaran macam apa yang diharapkan ada di sebuah daerah, dalam hal ini diwakili oleh wilayah layanan yang telah ditentukan pemerintah. Hasil survey ini nantinya disampaikan kepada pemerintah untuk digunakan dalam membuka peluang usaha penyiaran.

Terkait dengan digitalisasi penyiaran, Reza menilai hal tersebut sudah menjadi sebuah keniscayaan. Hadirnya survey MKK ini, menjadi sebuah instrumen untuk memastikan setiap frekuensi yang digunakan lewat dibukanya peluang-peluang usaha baru dalam penyiaran digital nanti, dapat sesuai dengan kepentingan publik, termasuk publik di daerah.FGD ini sendiri, menurut Reza, merupakan awal dari rangkaian penyusunan instrumen survey MKK. Dia berharap Komisi I DPR RI dapat memberikan dukungan yang strategis bagi KPI untuk dapat memotret MKK publik di setiap daerah di Indonesia. 

 

Jakarta – Dewan Juri Anugerah Syiar Ramadan 1441 H yang berasal dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Komisi Penyiaran Indonesi (KPI), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), telah memutuskan nomine pemenang penghargaan tertinggi Anugerah Syiar Ramadan tahun ini. Pengumuman pemenang akan disampaikan pada acara puncak Anugerah Syiar Ramadan pada Sabtu, 11 Juli 2020, mulai Pukul 12.00 WIB hingga selesai dari Kantor KPI Pusat.

Ada sepuluh kategori program acara khusus Ramadan yang diperlombakan pada Anugerah Syiar Ramadan 2020 dengan tema “Spiritualitas Siaran Ramadan di Tengah Pandemi” antara lain kategori Program Liputan Khusus Ramadan, kategori Program Ajang Bakat, kategori Program Dakwah Talkshow, kategori Program Dakwah Non Talkshow (Ceramah), kategori Program Dakwah Non Talkshow (Kultum), kategori Program Ramadan Future dan Dokumenter, kategori Program Ramadan Wisata Budaya, kategori Program Sinetron dan kategori Film Animasi. Selain itu, akan diumumkan kategori Televisi Terbaik Ramadan 2020.

Selain 10 kategori di atas, Anugerah Syiar Ramadan kali ini akan memberi penghargaan tambahan sebanyak 13 kategori yakni kategori Program Dakwah Talkshow, Program Dakwah Non-Talkshow (Ceramah), Program Dakwah Non Talkshow (Kultum), Aktor Muda, Aktris Muda Inspiratif, Penyanyi Muda Inspiratif, Penyanyi Wanita Muda Inspiratif, Dai Muda Inspiratif, Dai’ah Muda Inspiratif, Qori Muda Inspiratif, Qori’ah Muda Inspiratif, Host Muda Inspiratif, dan Grup Music Muda Inspiratif.

Komisioner KPI Pusat sekaligus PIC Anugerah Syiar Ramadan 2020, Mimah Susanti, menjelaskan apresiasi ini diberikan kepada program acara yang sesuai dengan semangat ramadhan, bermanfaat, mendidik serta mengajak kepada kebaikan. Ini dalam upaya mewujudkan siaran Ramadan yang bermartabat dan berkualitas selaras dengan nilai-nilai ke-Islaman.

“Kita berharap penghargaan ini memicu lembaga penyiaran dan juga rumah-rumah produksi memproduksi program-program Ramadan dan juga program di luar Ramadan berkualitas dan baik di kemudian hari,” tandasnya. 

Berikut ini, nominee Anugerah Syiar Ramadan 2020/1441 H:

1. Kategori Program Liputan Khusus Ramadan

- Kompas Siang (Inspirasi Ramadan) - Kompas TV

- Metro Siang (Jelajah 1000 Masjid) - Metro TV

- Pesan Ramadan - TV One

- Semangat Ramadan - RTV

- Seputar Inews Pagi (Anak Pesantren) - RCTI

2. Kategori Program Ajang Bakat 

- Beraksi Di Rumah Saja – Indosiar

- Di Rumah Kita Bisa – Metro TV

- Hafiz Indonesia 2020 – RCTI

- Qasidah Fest – TVRI

- Syair Ramadan – GTV 

3. Kategori Program Dakwah Talkshow

- Dialog Ramadan Bersama Din Samsudin – TVRI

- Indahnya Ramadan Bersama Ustad Abdul Somad & Sahabat – TV One

- Ramadan Penuh Rahmat – Metro TV

- Sahur Time – Kompas TV

- Tafsir Al Misbah – Metro TV

4. Kategori Program Dakwah Non Talkshow (Ceramah)

- Asmaul Husna – Metro TV

- Damai Indonesiku – TV One

- Hikmah Saur – RTV

- Islam Itu Indah – Trans TV

- Kisah Nabi – iNews

5. Kategori Program Dakwah Non Talkshow (Kultum)

- Cahaya Hati Ramadan – Metro TV

- Cahaya Tauhid AA Gym – MNC TV

- Kurma – Kompas TV

- Mutiara Hati – SCTV

- Rahmatan Lilalamin – iNews

6. Kategori Program Sinetron

- Amanah Wali 4 - RCTI

- Dunia Terbalik - RCTI

- Para Pencari Tuhan Jilid 13 – SCTV

7. Kategori Program Film Animasi

- Lorong Waktu - SCTV

- Nussa - Trans TV

- Si Entong - MNC TV

8. Kategori Program Ramadan Future dan Dokumenter

- Islampedia - Trans 7

- Mesjid Bersejarah Nusantara - RTV  

- Pesona Islam - TV One 

- Ramadan Kareem - Net TV

9. Kategori Program Ramadan Wisata Budaya

- Jejak Islam - TVRI

- Masak Enak Ramadan - Net TV

- Muslim Travelers - Net TV

- Serba Serbi Islam – Trans TV

10. Kategori Televisi Terbaik Ramadan 2020 (Pemenang diumumkan langsung)

 

 

Jakarta – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kembali menyelenggarakan Anugerah Syiar Ramadan 2020 atau 1441 H. Ajang ini merupakan bentuk penghargaan tertinggi KPI pada program-program acara terbaik khusus bulan Ramadan 2020 di Televisi. 

Rencananya, pemberian penghargaan Anugerah Syiar Ramadan (ASR) 2020 akan digelar pada Sabtu 11 Juli 2020 pekan ini, Pukul 12.00 WIB hingga selesai di Kantor KPI Pusat, Jakarta. Pengumuman dan penyerahan penghargaan anugerah ini akan digelar secara virtual dan disiarkan secara langsung melalui sosial media KPI Pusat. 

PIC Kegiatan ASR sekaligus Komisioner KPI Pusat, Mimah Susanti, mengatakan Anugerah Syiar Ramadan merupakan agenda rutin KPI untuk memberi apresiasi kepada program-program acara terbaik khusus Ramadan di televisi. Pemberian penghargaan ini diharapkan dapat memicu lembaga penyiaran untuk terus berkarya menghasilkan program-program acara khusus Ramadan yang baik, mendidik dan tentunya berkualitas serta enak ditonton.  

Ada sepuluh kategori program acara khusus Ramadan dari KPI yang diperlombakan dalam Anugerah Syiar Ramadan 2020 antara lain kategori Program Liputan Khusus Ramadan, kategori Program Ajang Bakat, kategori Program Dakwah Talkshow, kategori Program Dakwah Non Talkshow (Ceramah), kategori Program Dakwah Non Talkshow (Kultum), kategori Program Ramadan Future dan Dokumenter, kategori Program Ramadan Wisata Budaya, kategori Program Sinetron dan kategori Film Animasi. Selain itu, akan diumumkan kategori Televisi Terbaik Ramadan 2020.

Selain itu, akan diserahkan penghargaan untuk 12 kategori tambahan dari Kemenpora dan 2 kategori tambahan dari MUI. Total ada 23 penghargaan yang akan diserahkan dalam Anugerah Syiar Ramadan kali ini. Penilaian terhadap seluruh kategori dilakukan oleh tim juri yang kompeten berlatar belakang pengalaman dan keahlian.

Rencananya, Wakil Presiden RI, K.H Ma’ruf Amin, akan memberikan sambutan sekaligus membuka acara anugerah ini secara daring. Selain itu, akan hadir Menteri Pemuda dan Olahraga dan Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafidz. Sebagai bintang tamu di acara ini yakni Fildan Rahayu serta Lesti Andryani Dangdut Academy. Adapun acara anugerah ini akan dipandu Reska Herlambang sebagai MC. Jadi, jangan sampai ketinggalan untuk menyaksikannya. ***

 

Hak Cipta © 2020 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.