Polman - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sulawesi Barat terus menggaungkan gerakan literasi sejuta pemirsa. Kali ini, gerakan yang digagas KPI Pusat ini menyasar sejumlah mahasiswa  dari Universitas As'ariyah Mandar (Unasman) Polewali Mandar (Polman), Senin (6/7/2020).

 Wakil Ketua DPRD Sulbar Abdul Rahim,  Rektor Unasman Chuduriah Sahabuddin, dan praktisi Komunikasi yang juga pemilik media Penyiaran "Mario FM" Rusman Toni, menjadi pembicara pada forum ini. 

Acara ini juga dihadir Ketua KPID Sulbar April Ashari Hardi dan Wakil Ketua KPID Sulbar Budiman Imran. 

Rektor Unasman Chuduriah Sahabuddin mengapresiasi kegiatan literasi ini sebagai bentuk implementasi dari penandatangan kesepakatan bersama dengan KPID Sulbar tahun lalu. 

"Pelaksanaan Literasi ini yang dilakukan KPID, merupakan yang kedua setelah goes to kampus, kami dri unasman sangat bangga salah stu perguruan tinggi sulbar menjadi target progran kerja KPID," kata Chuduriah.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sulbar Abdul Rahim menegaskan program literasi yang dilakukan KPID Sulbar makin masif dan sangat membantu masyarakat utuk mendapat informasi yang baik dan menghantar menjadi negeri Indonesia emas. 

"Kita butuhkan kemampuan memfilter informasi, salah satunya melalui gerakan literasi sejuta pemisah dan pendengar yang  dilakuian KPID ini," ujar Politis Partai Nasdem ini.

Menyangkut New Normal dengan penanggulangan Pandemi Covid -19, salah satu pemuda pejuang pembentukan Sulbar ini menegaskan kebijakan pusat saat ini benar benar memperihatinkan situasi dan kondisi di daerah karena kita tidak tahu kapan Covid ini akan berakhir dan ini berpengaruh pada aspek ekonomi, sosial, dan penyiaran. 

"Dari menyelamatkan aspek ekonomi, kebijakan pemerintah pusat dan daerah tidak boleh coba-coba memberikan kebijakan lock down dan PSBB di negara ini karena akan mempengaruhi ekonomi," jelasnya.

Selain ekonomi, aspek sosial juga berpengaruh,  kita tidak bisa bertatap mula secara langsung dalam menyusun program kerja. "Untung ada aplikaai zoom meeting yang bisa memberikan dan mempertemukan kita meskipun manfaatnya tidak efektif," kata Rahim.

Dalam kegiatan yang dipandu Komisioner Bidang Kelembagaan KPID Sulbar Sri Ayuningsih, ini, Rahim juga menegaskan aspek yang ketiga yang juga berpengaruh atas dampak Covid-19 ini adalah aspek penyiaran. 

"Dengan keterbatasan mendapatkan sumber informasi, maka sebagai langkah pencegahan kita tidak boleh menelan secara mentah-mentah, namun kita harus memilah dan menyaring agar mental kita tidak rusak," jelasnya. Red dari Saudagarnews.id

 

Hak Cipta © 2020 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.