Semarang - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Daerah Jawa Tengah berkunjung ke Studio Radio Elshinta Semarang di Jalan Bukit Puncak No 1, Kelurahan Bukit Sari, Ngesrep, Banyumanik, Semarang, Kamis (22/3/2018). Kunjungan dalam rangka verifikasi faktual menindaklanjuti permohonan perpanjangan Izin Penyelenggaran Penyiaran (IPP). Komisioner KPID Jawa Tengah yang melakukan verifikasi faktual adalah Muhammad Rofiuddin dan Dini Inayati. Mereka disambut oleh Koordinator Elshinta Network, Handyono Sunandjadja dan Direktur Elshinta Semarang, Heru Supadmo Djahriadi.

Dalam kesempatan itu, tim KPID mengecek dokumen permohonan perizinan. Tim juga meninjau studio siaran dan dapur produksi Radio Elshinta. Komisioner KPID menanyakan berbagai hal mengenai Radio Elshinta. KPID sudah mempelajari berkas dokumen yang diajukan Radio Elshinta. KPID mengapresiasi Radio Elshinta karena radio ini khusus menjadi radio berita. “Di tengah situasi banyak radio yang hanya hiburan, tapi Elshinta mengambil segmen menjadi radio informasi dan pendidikan,” kata Dini Inayati. Dini juga mengingatkan soal pemutakhiran data. Dia mengatakan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI kini telah memberlakukan sistem Perizinan online. Kominfo juga telah menyurati lembaga penyiaran untuk pemutakhiran data.

Sementara itu, Rofiuddin menyinggung soal program siaran khusus Pilkada. Menurutnya, dari hasil pantauan di sejumlah radio, ada fenomena lembaga penyiaran seolah tidak mau memberitakan Pilkada. Alasannya karena takut berisiko. "Silakan radio memberitakan Pilkada asal berimbang, independen dan netral," katanya.
Rofi juga menanyakan terobosan program apa saja yang sudah dilakukan Radio Elshinta di tingkat lokal.

Koordinator Elshinta Network, Handyono Sunandjadja berterima kasih atas masukan dari tim KPID. Menurutnya, pihaknya akan segera memperbaiki kekurangan yang menjadi catatan KPID.   Handyono menjelaskan, Elshinta memiliki rubrik khusus Pilkada. Selain melalui mengundang pasangan calon untuk berdialog, Elshinta juga aktif memberitakan Pilkada. Menurutnya, Elshinta juga sudah beberapa kali menghadirkan masing-masing pasangan calon dan pengamat politik dalam acara talkshow. "Mereka kampanye juga kita beritakan secara merata," katanya.

Terkait program siaran, lanjut Handyono, Elshinta mengacu pada kebutuhan masyarakat terhadap informasi. Elshinta juga sering berpartner dengan pejabat publik untuk memediasi antara masyarakat dan pemerintah. Tak hanya itu, pendengar Elshinta juga aktif memberikan informasi kepada redaksi."Kami ada proses verifikasi informasi dari masyarakat. Misalnya ada info kecelakaan. Kita cek ke orang-orang di lokasi. Ada kontak person Kapolsek. Kita hati-hati. Semua informasi kita verifikasi," katanya. (KPID Jateng/ Iwan)

Hak Cipta © 2018 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.