Jakarta – Komisioner KPI Pusat, Azimah Subagijo menyatakan bahwa kini televisi sudah mulai mempengaruhi hubungan orang tua dengan anak. “Saat ini televisi sudah menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dari keluarga Indonesia. Namun sayangnya pemanfaatan dan pengawasan para orang tua masih belum optimal. Bahkan ada orang tua yang membangunkan anaknya pagi hari, bukan dengan cara menyentuhnya, melainkan menyalakan televisi sampai anaknya terbangun karena mendengar suara kartun dari program televisi kesayangannya.” ujar Koordinator Bidang Pengelolaan Struktur dan Sistem Penyiaran KPI Pusat, pada acara Seminar Parenting, Sabtu 10 Januari 2015. Seminar yang diadakan oleh SDIT Insan Mulia itu bertema tentang “Diet TV”, bagaimana seharusnya peran orang tua menjadi pengawas bagi anak-anaknya dalam menyaksikan program-program maupun iklan-iklan di televisi.

Dalam kesempatan itu Azimah juga menekankan, agar para orang tua harus mempunyai komitmen jika ingin menerapkan Diet TV bagi anak-anaknya di rumah. Misalnya dengan memberikan contoh ke anak secara langsung pengaturan waktu menonton televisi. Orang tua juga harus mendampingi dan membimbing anak-anak saat menonton televisi, serta harus mampu memilah, mana acara televisi yang layak ditonton dan yang tidak. Hal ini karena menurut Azimah televisi dapat membawa dampak buruk bagi anak apabila terlalu lama dan terlalu sering dalam menonton televisi. “ Kalau anak-anak tidak dibatasi menonton televisi, maka mereka bisa mengalami obesitas, sakit mata, hingga terkena serangan jantung. Mengingat orang saat menonton televisi biasanya sambil makan camilan yang dapat memicu penyakit-penyakit tersebut. Ditambah lagi anak juga jadi sulit bersosialisasi terhadap lingkungan sekitarnya.” imbuh Azimah

Selain itu, Azimah juga mengungkapkan banyak dampak buruk lainnya dari tayangan-tayangan televisi yang ada. Tayangan kekerasan misalnya, memicu anak untuk meniru hingga mengalami cedera fisik bahkan menyebabkan kematian, akibat menontonnya tanpa bimbingan orang tua. Oleh karena itulah Azimah menganalogikan kegiatan menonton televisi seperti diet makanan. “Kegiatan  menonton tv hendaknya sama seperti kita memilih makanan. Tidak semua makanan halal baik untuk kita. Begitupun dengan televisi, tidak semua acara TV yang ada sesuai dengan kebutuhan anak, diri kita atau keluarga kita.” pungkasnya. 

Hak Cipta © 2017 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.