Sanggau - Banjir informasi yang didapat melalui berbagai sarana media yang ada di Indonesia harus disikapi dengan menyiapkan masyarakat untuk terampil dalam menyaring, memilah, memilih dan memproduksi media.Karenanya keberadaan literasi media di masyarakat sangatlah penting, agar masyarakat menjadi audiens atau konsumen yang aktif, sadar dan kritis terhadap muatan yang tersaji serta mampu menggunakan media sesuai dengan manfaat yang ingin diperoleh. Hal tersebut disampaikan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Freddy H Tulung, dalam acara Forum Literasi Media di Sanggau, Kalimatan Barat (14/8).

Freddy yang hadir sebagai keynote speaker  di hadapan masyarakat Sanggau yang terdiri dari berbagai unsur ini menyampaikan bahwa jajarannya menilai, meluapnya informasi seiring semakin berkembangnya teknologi informasi adalah berkembangnya paham radikal, munculnya konflik horizontal, serta media menjadi sarana penyebaran informasi yang tidak lagi penting dan tidak ada nilai tambahnya. Misalnya, ujar Freddy, di media  sosial banyak bertebaran informasi-informasi yang tidak ada gunanya.

Sementara dalam acara yang sama, hadir pula Komisioner KPI Pusat bidang pengelolaan struktur dan sistem penyiaran, Azimah Subagijo dan Amiruddin sebagai pembicara, serta Hendri CH Bangun yang merupakan Sekjen Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Azimah sendiri menyampaikan materi tentang Literasi Media sebagai keterampilan hidup masyarakat Perbatasan.  Dalam materinya Azimah mengingatkan tentang peran strategis media penyiaran di daerah perbatasan untuk merekatkan kehidupan bermasyarakat untuk mencipta harmoni. Selain juga perlunya masyarakat untuk terus membekali diri agar kompeten dalam menyaring informasi yang masuk melalui media.

Sementara itu Amiruddin mengatakan bahwa literasi media dibutuhkan agar tidak ada missing link antara kebutuhan masyarakat dengan muatan yang tampil di layar penyiaran. Karena, ujar Amir, pada hakikatnya lembaga penyiaran harus merepresentasikan “jiwa” masyarakat, sehingga harus sesuai dengan minat dan kecenderungan masyarakat untuk kemudia diformulasikan dalam format siaran.  Hal itu disampaikan Amir dalam penyampaian materi yang berjudul Memenuhi Kebutuhan Informasi, Afektif dan Integratif melalui Penyiarani Perbatasan Antar Negara.  

Hadir dalam acara tersebut untuk menjadi pembicara, Yohannes Kitteng, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika dan Hubungan Masyarakat Kabupaten Sanggau, yang menyampaikan isu terbaru dari masyarakat Sanggau. Salah satunya jalan lintas Trans Kalimantan yang sangat rusak dan dipenuhi debu.

 

Keterangan Foto:

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Freddy H Tulung, saat menyampaikan keynote speech dalam Forum Literasi Media, di Sanggau 14 Agustus 2014.

 

 

 

Hak Cipta © 2019 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.