MOHAMAD REZA

Komisioner KPI Pusat

Mohamad Reza terpilih sebagai anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat periode 2019-2022. Perpaduan latar belakang Pendidikan Bahasa Inggris dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan Ilmu Komunikasi dari Universitas Padjajaran (Unpad), membuatnya cepat menguasai permasalahan-permasalahan pada layanan publik. Ini dibuktikan dengan kelihaiannya saat menjadi wartawan; reporter di Radio Swara Selebes Gorontalo yang kemudian ia menjadi Pimpinan Redaksi sampai 2005; Program Director di M-Radio Gorontalo; General Manager di Radio Civica FM Gorontalo. 

Setelah lama berkiprah di dunia radio, pria yang lahir di Batudaa – Gorontalo ini, mengabdikan diri menjadi regulator penyiaran yakni sebagai anggota KPI Daerah Gorontalo. Tepatnya di bidang pengelolaan struktur dan sistem penyiaran periode 2014-2017. Selain itu Reza juga juga terdaftar sebagai intelektual dan dosen UNG dengan mengampu topik ajar: Media Massa, Politik dan Produksi Media. Aktivitas lain yang digelutinya di kampus adalah melakukan pelatihan untuk peningkatan kapasitas mahasiswa di bidang komunikasi, khususnya penyiaran. 

Pria kelahiran 17 Mei 1980 ini aktif di berbagai organisasi sejak menjadi mahasiswa di UNG. Ia mengawalinya dari Himpunan Mahasiswa, aktif di Pers Kampus, PMII Gorontalo, Massika-ICMI, ASPIKOM, Sekretaris Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama dua periode (sampai sekarang) dan tergabung dalam Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi.

Dalam menjalani tugas barunya di KPI Pusat, Reza memiliki visi untuk mewujudkan penyiaran yang adil dan berprikemanusiaan untuk persatuan Indonesia. Menurutnya, adil bukan hanya soal radio dan televisi yang bersiaran di semua daerah di nusantara. Akan tetapi kepemilikan dan konten siaran juga harus ada cita rasa lokal agar terwujud diversity of ownership dan diversity of content dalam rangka menegakkan demokratisasi penyiaran. Reza pun ditunjuk sebagai Koordinator Bidang Pengelolaan Struktur dan Sistem Penyiaran. 

 

Hak Cipta © 2019 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.