AGUNG SUPRIO

Komisioner  KPI Pusat Periode 2016-2019

Sangat dinamis, mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan sosok Agung Suprio. Pria kelahiran 2 September 1975 ini memulai karir sejak kuliah di program sarjana Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI). Agung menempuh kuliah sangat lama yaitu tujuh tahun dari tahun 1994-2001. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab pada masa itu peralihan kekuasaan terjadi dari masa Orde Baru ke masa reformasi. Agung menjadi demonstran jalanan sejak 1997 sampai 1998, hingga kemudian dia dipercaya sebagai Koordinator Nasional UNFRELL (University Network For Free and Fair Election) pada tahun 1999, yaitu lembaga pemantau pemilu demokratis pertama sejak masa Orde Baru yang berbasiskan perguruan tinggi dari Aceh sampai Papua. Usai pemilu, Agung menjadi anggota Badan Pekerja Cetro (Center for Electoral Reform) pada 2000 – 2001 bersama tokoh nasional seperti almarhum Nurcolish Madjid dan Todung Mulya Lubis.

Di sela-sela kesibukan sebagai aktivis, Agung menjadi penyiar di radio MS 3 FM sebuah radio yang berada di frekuensi 104.2 FM pada tahun 1999 – 2001. Gaya siaran Agung tidak mengandalkan langgam lama seorang penyiar yang mengutamakan golden voice (suara emas) tetapi lebih menonjolkan kritikan dan lawakan spontan atas peristiwa sosial politik yang ada. Pada tahun 2001, Agung bekerja di radio Smart FM yang berada pada frekuensi 95.9 FM.

Kiprah berikutnya adalah mendirikan Vilters (Center for Civil Military Studies) bersama koleganya dari UI di tahun 2001.  Vilters adalah obsesinya merealisasikan skripsi di bidang Ilmu Politik tentang hubungan sipil-militer di era baru.  Hasilnya Vilters menerbitkan sebuah master piece, sebuah buku tentang pergeseran hubungan sipil militer pada tahun 2001 dengan model penelitian kualitatif di dua puluh daerah tingkat dua di Indonesia.

Agung melanjutkan pendidikannya pada program pasca sarjana ilmu politik di Universitas Indonesia, yang berujung didaulatnya Agung sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa dan Alumni Pasca Sarjana Ilmu Politik Universitas Indonesia. Pada tahun 2015, dia menjabat sebagai direktur eksekutif Indonesia Public Policy Intitute (IPPI).  Selanjutnya, di tahun 2016, Agung terpilih menjadi penyiar tamu di TVRI dalam acara “titik temu”. 

Pada tahun 2016, Agung melepaskan semua aktivitasnya karena dirinya terpilih menjadi komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat periode 2016-2019 dengan amanah sebagai Koordinator bidang Pengelolaan Struktur dan Sistem Penyiaran.

Hak Cipta © 2017 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.