• Turut Berduka
    Turut Berduka
  • Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa
    Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa
  • Hari Penyiaran Nasional 1 April 2020
    Hari Penyiaran Nasional 1 April 2020
  • KPI Tidak Menyensor
    KPI Tidak Menyensor
  • Adukan Ke Kami
    Adukan Ke Kami
Follow KPI on Twitter

Diikuti 315 Program Siaran, KPI Umumkan Nominasi Penerima Anugerah KPI 2019

KPI Imbau Lembaga Penyiaran dan Masyarakat Tidak Sebar Konten Negatif Aksi Terorisme

KPI Hentikan Tayangan “Brownis” Trans TV

KPI Hentikan Acara “Pagi Pagi Pasti Happy” Trans TV

Nama Pemenang Anugerah KPI 2019

TERKINI
Tampilkan Adegan Minum Sperma dan Ritual Menyesatkan, KPI Beri Sanksi “Karma Balik” ANTV

Tampilkan Adegan Minum Sperma dan Ritual Menyesatkan, KPI Beri Sanksi “Karma Balik” ANTV

28 Februari 2020

Jakarta -- Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat memutuskan memberi sanksi teguran tertulis pertama kepada Program Siaran “Karma Balik” yang disiarkan...

Menggeser Pola Tontonan Publik ke Tayangan Berkualitas Lewat Literasi

Menggeser Pola Tontonan Publik ke Tayangan Berkualitas Lewat Literasi

25 Februari 2020

Jakarta -- Berdasarkan hasil survei terhadap penonton televisi di Indonesia disebutkan 67% masyarakat menyukai atau tertarik kepada program siaran hiburan...

MNC Sepakat Media Baru Diatur

MNC Sepakat Media Baru Diatur

24 Februari 2020

Ketua KPI Pusat, Agung Suprio, didampingi Wakil Ketua KPI Pusat, Mulyo Hadi Purnomo, Komisioner KPI Pusat, Hardly Stefano dan Nuning...

Evaluasi Tahunan RTV : Pertahankan Kualitas dan Kembangkan Animasi Dalam Negeri

Evaluasi Tahunan RTV : Pertahankan Kualitas dan Kembangkan Animasi Dalam Negeri

21 Februari 2020

Jakarta -- Rajawali TV atau RTV diminta mempertahankan kualitas dan memperbanyak program acara anak sebagai program unggulan. Pasalnya, RTV dianggap...

Evaluasi Tahunan Kompas TV, Kemajemukan Indonesia Sebagai Inspirasi Program SIaran Lokal

Evaluasi Tahunan Kompas TV, Kemajemukan Indonesia Sebagai Inspirasi Program SIaran Lokal

20 Februari 2020

Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberikan apresiasi atas terpenuhinya kewajiban program siaran lokal sebagai implementasi dari Sistem Stasiun Jaringan...

DINAMIKA PENYIARAN

BBC Pangkas 450 Karyawan

BBC Pangkas 450 Karyawan

11 Februari 2020

Inggris – Zaman yang kian modern membuat BBC harus memangkas 450 pekerjanya sebagai upaya dari rencana modernisasi yang akan mengalihkan...

AS Mulai Terapkan Teknologi ATSC 3.0 Tahun Ini

AS Mulai Terapkan Teknologi ATSC 3.0 Tahun Ini

31 Januari 2020

Washington -- International Telecommunication Union (ITU) merekomendasikan ATSC 3.0 sebagai standar siaran digital, hal itu diharapkan menjadi awal bagi negara-negara...

Serial TV Turki Digemari Penonton Di 146 Negara

Serial TV Turki Digemari Penonton Di 146 Negara

10 Desember 2019

Ankara - Dari Eropa hingga Timur Tengah, Asia Tengah, Afrika dan AS, serial TV Turki telah memikat 700 juta penggemar....

Korea Revisi UU Penyiaran, Artis dengan Catatan Kriminal Dilarang Tampil Di Televisi

Korea Revisi UU Penyiaran, Artis dengan Catatan Kriminal Dilarang Tampil Di Televisi

29 November 2019

Seoul - Sejumlah idol serta artis Korea Selatan terancam tak lagi bisa tampil di layar kaca apabila pemerintah Korea Selatan...

KCSC akan Beri Saksi Berat Terkait Manipulasi Voting Program Pencarian Bakat Korea

KCSC akan Beri Saksi Berat Terkait Manipulasi Voting Program Pencarian Bakat Korea

28 Oktober 2019

Seoul - Dugaan terjadinya manipulasi voting yang dilakukan oleh "Produce X 101" ikut disoroti oleh Komisi Penyiaran Korea (KCSC). Pada...

BERITA KPID

Pendaftaran Calon Anggota KPID Sulsel Periode 2020-2023

Pendaftaran Calon Anggota KPID Sulsel Periode 2020-2023

26 Februari 2020

Makassar -- Pendaftaran calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Selatan (Sulsel) periode 2020-2023 akan dibuka mulai besok, 26...

KPID Kaltim Serahkan Surat Pencabutan IPP PT Akmanda Mandiri Jaya

KPID Kaltim Serahkan Surat Pencabutan IPP PT Akmanda Mandiri Jaya

19 Februari 2020

Samarinda - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Timur menindak tegas Lembaga Penyiaran (LP) yang melanggar regulasi. KPID Kaltim...

KPID Papua: Lembaga Penyiaran Wajib Memiliki Izin Siar

KPID Papua: Lembaga Penyiaran Wajib Memiliki Izin Siar

18 Februari 2020

Jayapura -- Bisnis TV analog (TV kabel) saat ini masih bertahan di tengah maraknya bisnis TV digital terlebih di Papua....

KPID Sumbar Tegur Empat TV dan Satu Radio 

KPID Sumbar Tegur Empat TV dan Satu Radio 

17 Februari 2020

Padang - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Barat memberi sanksi administrasi kepada empat Televisi Sistem Stasiun Jaringan (SSJ) dan...

Persiapan KPID Sulbar Awards 2020, Komisioner Minta Masukan KPID Sulsel

Persiapan KPID Sulbar Awards 2020, Komisioner Minta Masukan KPID Sulsel

10 Februari 2020

Makassar -- KPID Sulbar tengah mempersiapkan pelaksaksanaan KPID Sulbar Awards 2020. Ajang ini merupakan upaya untuk memberikan apresiasi dan penghargaan...

VIDEO
AGENDA
27
Feb
Kantor KPI Pusat, Jakarta.

04
Mar
Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta

NEWSLETTER

GALERI FOTO
February 2019
Mo Tu We Th Fr Sa Su
28 29 30 31 1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 1 2 3
KAJIAN

Lembaga Penyiaran Harus Independen

Lembaga Penyiaran Harus Independen

13 Desember 2019

Lembaga Penyiaran Harus Independen Oleh: ASWAR HASAN KPI ( Komisi Penyiaran Indonesia ) patut berbangga karena acara RAMPIMNAS (Rapat Pimpinan...

Anak dan Godaan Media, Sebuah Ikhtiar untuk Konsep Informasi Layak Anak (ILA)

Anak dan Godaan Media, Sebuah Ikhtiar untuk Konsep Informasi Layak Anak (ILA)

29 Oktober 2019

Anak dan Godaan Media Sebuah Ikhtiar untuk Konsep Informasi Layak Anak (ILA) Oleh : Alwi Sagaf Alhadar Ketua Komisi Penyiaran...

WAJAH KITA DI CERMIN PENYIARAN

WAJAH KITA DI CERMIN PENYIARAN

22 Agustus 2019

WAJAH KITA DI CERMIN PENYIARAN Oleh Aswar Hasan (Komisioner KPI Pusat) Mau tahu bagaimana wajah masyarakat dan negara Republik Indonesia?...

Gurita Rating Masih Melingkari Media Televisi

Gurita Rating Masih Melingkari Media Televisi

24 Agustus 2018

Gurita Rating Masih Melingkari Media Televisi Indonesia merupakan salah satu Negara di kawasan Asia Tenggara yang sudah mengalami perkembangan yang...

Menuju Satu Dekade Pengabdian

Menuju Satu Dekade Pengabdian

09 April 2018

Menuju Satu Dekade PengabdianOleh:Rifky Anwar,SH,M.Kn \ Komisioner KPI Daerah Nusa Tenggara Barat, Rifky Anwar Eksistensi KPI dan KPID sebagai representasi...

Netralitas Media Penyiaran
Refleksi HARSIARNAS ke - 85  (1 April 1933 – 1 April 2018)

Diskursus tentang netralitas media massa di Indonesia, pada paruh satu dekade terakhir ini menyisakan trauma mendalam di benak publik. Masih segar dalam memori kita, saat jelang hingga pasca pemilihan presiden 2014 silam. Kala itu, terjadi kubu-kubuan. Bukan hanya di lingkup antar partai politik (parpol) pengusung calon presiden semata, namun sudah merembet jauh ke tengah massa pemilih, akibat pemberitaan “berat sebelah” dari media, terutama media penyiaran. Berbagai media elektronik ini kemudian pecah menjadi dua kutub. Muncul pro-kontra yang berujung dikotomi. Ini televisi kita, sedangkan itu televisi mereka. Terjadi polarisasi pembentukan opini publik dalam berbagai segmen pemberitaan. Padahal tugas utama media adalah menyampaikan fakta dan data secara akurat. Menjunjung akuntabilitas tanpa embel-embel.

Menyebut kata media, saya jadi ingat dengan kemeja pria. Analogi sederhana ini muncul sebab kemeja itu terdiri dari tiga ukuran standar. Ada ukuran S (small), M (medium), dan L (large). Sesuai dengan namanya, maka media itu berada di tengah. Bukan S. Bukan pula L. Tidak kekecilan serta tidak kebesaran. Jadi ia tidak ke kiri. Juga tidak ke kanan. Poin ini mengindikasikan bahwa media bergerak pada tataran tengah (baca; netral). Hingga menjadi penengah dari dua sisi yang berbeda. Otomatis ia harus menjunjung tinggi tatanan informasi yang adil, merata, berimbang, serta bertanggung jawab tentunya.


Bahaya Media Partisan


Betapa dahsyatnya dampak dari pemberitaan yang tidak benar dan tidak bertanggung jawab. Terutama media partisan. Bukan hanya mengobrak-abrik rasa keadilan publik. Lebih dari itu, akan mengacaukan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Di sini dapat saya kemukakan suatu bentuk “kecerobohan” media penyiaran yang melahirkan suatu peristiwa tragis (genosida) terjadi di Rwanda, sebuah negara kecil di Afrika Tengah, medio 1994 silam. Suku Hutu sebagai  suku mayoritas “membantai” suku Tutsi yang minoritas. Lewat siaran Radio Television Libre des Mille (RTLM) milik suku Hutu, dipancarkan berita-berita agitatif nan provokatif menggunakan siaran transmisi milik pemerintah. Hingga dapat menjangkau khalayak pendengar ke seantero negeri.


Materi beritanya khusus menyebarkan propaganda tentang rasisme terhadap suku Tutsi. Siaran kebencian “digarap” secara inten dan masif. Hampir setiap menit terdengar seruan dan lagu yang dapat membakar amarah suku mayoritas. Dalam kurun waktu relatif singkat, akhirnya pertumpahan darah pun tak terelakkan. Suku Hutu secara brutal membunuh setiap orang dari suku Tutsi yang ditemuinya. Tua-muda, besar-kecil, pria-wanita, semuanya dihabisi tanpa ampun. Data Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyebutkan aksi genosida ini memakan korban sia-sia lebih dari satu juta jiwa. Kisah nyata ini telah difilmkan oleh pihak Hollywood (2004) , dan diberi judul ‘Hotel Rwanda’.


“If You tell a lie big enough and keep repeating it, people will eventually come to believe it”, (Jika Anda mengatakan kebohongan yang cukup besar dan terus menerus mengulangnya, pada akhirnya publik  akan memercayainya).  Kutipan sepenggal kalimat di atas pernah dicetuskan Joseph Goebbels, Menteri Penerangan Publik dan Propaganda Jerman, tahun  1933, di bawah komando diktator Adolf ‘Fuhrer’ Hitler. Sebagai seorang propagandis ulung, Goebbels banyak disegani oleh para ilmuwan, bahkan hingga kini. Itu karena ia dianggap sebagai pelopor dan pengembang teknik propaganda modern. Racikan jitu hasil kepiawaiannya dijuluki teknik Big Lie (kebohongan besar).


Prinsip dari teknik ini adalah menyebarluaskan berita bohong via media massa sebanyak dan sesering mungkin. Hingga kemudian kebohongan tersebut dianggap sebagai suatu kebenaran. Cukup sederhana, namun mematikan! Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan aksi propaganda yang disebarkan tangan kanan sang Fuhrer ini. Dalam menjalankan misinya, Goebbels menggunakan siaran radio dan film sebagai media propaganda massal. Asumsinya, kedua alat ini dianggap ampuh serta mampu menjangkau berbagai belahan bumi untuk menyebarluaskan doktrin Nazi.


Butuh Siaran Sehat Berkualitas


Kini, di era kebebasan pers serta paparan informasi yang tinggi. Masih  ada sejumlah lembaga penyiaran televisi dan radio swasta yang coba-coba bertindak subjektif. Khususnya yang bersegmentasi berita dan informasi. Para pemiliknya – yang kebetulan petinggi parpol tertentu – secara  terang-terangan terus ‘mencitrakan’ diri dan parpolnya. Sambil menyudutkan parpol lain yang secara kebetulan tidak sealiran. Apakah para owner itu lupa bahwa frekuensi itu bukan milik mereka? Hanya dipinjamkan secara periodik saja. Sebab frekuensi adalah sumber daya alam yang sangat terbatas. Mestinya digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan publik, sebagai pemilik sah frekuensi di negeri ini.


Bagaimana menciptakan siaran televisi dan radio yang sehat dan berkualitas? Tentu berawal dari faktor regulasi. Sejauh mana aturan itu mampu menjadi guidance bagi praktik penyiaran dan bagaimana penegakkannya? Berikutnya, faktor produksi. Aspek ini terkait dengan komitmen dan profesionalisme insan penyiaran, dengan harapan akan menghasilkan produk siaran yang baik dan berorientasi pada kepentingan publik. Terakhir, faktor konsumsi. Ini berkaitan erat dengan sikap, selera, dan partisipasi masyarakat terhadap penciptaan penyiaran yang sehat dan berkualitas. Publik harus memiliki kesadaran untuk bersikap tepat dan tegas di hadapan media. Intinya, pekerja media massa harus selalu menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugasnya.

#Indonesia Bicara Baik 

Awal April ini,  masyarakat penyiaran Indonesia kembali memperingati Hari Penyiaran Nasional/HARSIARNAS ke-85   (1 April 1933 – 1 April 2018). Momentum  HARSIARNAS  dikaitkan dengan Rapat Koordinasi Nasional Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengangkat tema besar, “Menjaga Keutuhan NKRI melalui Dunia Penyiaran yang Sehat dan Berkualitas”. Ada hal baru dan menarik pada event HARSIARNAS  kali ini yang dilaksanakan di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, yaitu kampanye tentang Indonesia Bicara Baik. Pesan moral ini memiliki tujuan besar agar dalam berkomunikasi, baik itu  pada tataran masyarakat, pemerintah, dan terlebih khusus media penyiaran harus selalu berbicara baik yang berujung pada keutuhan NKRI.

Oleh : Alwi Sagaf Alhadar, Komisioner KPID Maluku Utara  



Hak Cipta © 2020 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.