Komisi Penyiaran Indonesia
Twitter
Facebook
English Version
Webmail
Links

13 Februari 2017

Peringatan Tertulis Program Jurnalistik “Headline News” Metro TV

Tgl Surat

13 Februari 2017

No. Surat

73/K/KPI/31.2/02/2017

Status

Peringatan Tertulis

Stasiun TV

METRO TV

Program Siaran

Jurnalistik “Headline News”

Deskripsi Pelanggaran


Berdasarkan pemantauan, aduan masyarakat, dan hasil analisis, Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI Pusat) menilai Program Siaran Jurnalistik “Headline News” yang ditayangkan oleh stasiun METRO TV pada tanggal 5 Februari 2017 pukul 20.01 WIB tidak memperhatikan ketentuan tentang prinsip-prinsip jurnalistik yang telah diatur dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI Tahun 2012.

Program Siaran Jurnalistik tersebut menampilkan berita dengan tajuk “Istighosah PBNU Sampaikan Pesan Kebangsaan”. KPI Pusat menilai hal tersebut merupakan informasi yang tidak akurat karena acara tersebut tidak diadakan oleh PBNU, sebagai ormas keagamaan, melainkan oleh warga Nahdliyin DKI Jakarta. Berdasarkan hal tersebut, KPI Pusat memutuskan untuk memberikan peringatan karena berpotensi melanggar Pasal 40 huruf a tentang kewajiban program siaran jurnalistik memperhatikan prinsip-prinsip jurnalistik, yakni akurat dan tidak menyesatkan.

Peringatan ini merupakan bagian dari pengawasan KPI Pusat terhadap pelaksanaan peraturan serta P3 dan SPS oleh lembaga penyiaran, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (UU Penyiaran). Ke depannya, saudara diharapkan senantiasa menjadikan P3 dan SPS KPI Tahun 2012 sebagai acuan dalam penayangan sebuah program siaran. Demikian agar peringatan ini agar menjadi perhatian saudara. Terima kasih.

Read more

Peringatan Tertulis Program “Monyet Cantik” SCTV

Tgl Surat

13 Februari 2017

No. Surat

69/K/KPI/31.2/02/2017

Status

Peringatan Tertulis

Stasiun TV

SCTV

Program Siaran

“Monyet Cantik”

Deskripsi Pelanggaran


Berdasarkan pemantauan dan hasil analisis, Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI Pusat) menilai Program Siaran “Monyet Cantik” yang ditayangkan oleh stasiun SCTV pada tanggal 19 Januari 2017 pukul 15.31 WIB tidak memperhatikan ketentuan tentang penghormatan terhadap norma kesopanan, perlindungan anak-anak dan remaja serta  penggolongan program siaran yang telah diatur dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI Tahun 2012.

Program tersebut menampilkan adegan seorang anak laki-laki dan perempuan yang mengesankan sedang berciuman. Pada tanggal 22 Januari 2017 pukul 14.38 WIB ditemukan pula adegan yang serupa. Selain itu terdapat pula adegan seorang anak yang mengerjai temannya menggunakan kulit pisang. KPI Pusat menilai hal tersebut berpotensi melanggar Pasal 9 Ayat (2), Pasal 15 Ayat (1) dan Pasal 37 Ayat (4) huruf a SPS KPI Tahun 2012 tentang penghormatan terhadap norma kesopanan, perlindungan anak-anak dan remaja serta penggolongan program siaran.

Peringatan ini merupakan bagian dari pengawasan KPI Pusat terhadap pelaksanaan peraturan serta P3 dan SPS oleh lembaga penyiaran, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (UU Penyiaran). Ke depannya, saudara diharapkan senantiasa menjadikan P3 dan SPS KPI Tahun 2012 sebagai acuan dalam penayangan sebuah program siaran. Demikian agar peringatan ini agar menjadi perhatian saudara. Terima kasih.

Read more

Peringatan Tertulis Program Siaran “Big Movies: The Transporter” Global TV

Tgl Surat

13 Februari 2017

No. Surat

67/K/KPI/31.2/02/2017

Status

Peringatan Tertulis

Stasiun TV

GLOBAL TV

Program Siaran

“Big Movies: The Transporter”

Deskripsi Pelanggaran


Berdasarkan pemantauan dan hasil analisis, Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI Pusat) menilai Program Siaran “Big Movies: The Transporter” yang ditayangkan oleh stasiun GLOBAL TV pada tanggal 1 Februari 2017 pukul 20.37 WIB tidak memperhatikan ketentuan tentang perlindungan remaja dan penggolongan program siaran yang telah diatur dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI Tahun 2012.

Program tersebut menampilkan adegan perkelahian beberapa orang pria secara masif. Selain itu terdapat adegan serupa pada tayangan tanggal 2 Februari 2017 pukul 20.40 WIB dan tanggal 3 Februari 2017 pukul 19.25 WIB. KPI Pusat menilai hal tersebut berpotensi melanggar Pasal 15 Ayat (1) dan Pasal 37 Ayat (4) huruf a SPS KPI Tahun 2012 tentang perlindungan remaja dan penggolongan program siaran yakni larangan muatan yang mendorong remaja belajar tentang perilaku yang tidak pantas.

Peringatan ini merupakan bagian dari pengawasan KPI Pusat terhadap pelaksanaan peraturan serta P3 dan SPS oleh lembaga penyiaran, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (UU Penyiaran). Ke depannya, saudara diharapkan senantiasa menjadikan P3 dan SPS KPI Tahun 2012 sebagai acuan dalam penayangan sebuah program siaran. Demikian peringatan ini agar menjadi perhatian saudara. Terima kasih.

Read more

Teguran Tertulis Kedua Program Jurnalistik “Liputan 6 Pagi” SCTV

Tgl Surat

13 Februari 2017

No. Surat

68/K/KPI/31.2/02/2017

Status

Teguran Tertulis Kedua

Stasiun TV

SCTV

Program Siaran

Jurnalistik “Liputan 6 Pagi”

Deskripsi Pelanggaran


Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI Pusat) berdasarkan Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (UU Penyiaran), berwenang mengawasi pelaksanaan peraturan dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI Tahun 2012 serta memberikan sanksi terhadap pelanggaran P3 dan SPS. Berdasarkan pemantauan dan hasil analisis, KPI Pusat telah menemukan pelanggaran pada Program Siaran Jurnalistik “Liputan 6 Pagi” yang ditayangkan oleh stasiun SCTV pada tanggal 18 Januari 2017 pukul 05.18 WIB.

Program tersebut menayangkan pemberitaan terkait penjambretan dengan muatan yang secara eksplisit menampilkan saat massa membakar motor pelaku. KPI Pusat menilai muatan tersebut tidak layak untuk ditayangkan. Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas menonjolkan unsur kekerasan dalam program jurnalistik.

KPI Pusat memutuskan bahwa tayangan tersebut telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 22 Ayat (3) serta Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 40 huruf a. Berdasarkan pelanggaran tersebut, KPI Pusat memberikan sanksi administratif Teguran Tertulis Kedua.

Perlu kami ingatkan bahwa sebelumnya program saudara telah mendapatkan sanksi administratif teguran tertulis No. 813/K/KPI/31.2/09/2016 tanggal 26 September 2016 perihal kewajiban penyamaran. Saudara wajib menjadikan P3 dan SPS KPI Tahun 2012 sebagai acuan utama dalam penayangan sebuah program siaran. Demikian agar surat sanksi administratif teguran tertulis kedua ini diperhatikan dan dipatuhi. Terima kasih.




Read more

Peringatan Tertulis Program Siaran “D’Academy 4” Indosiar

Tgl Surat

13 Februari 2017

No. Surat

71/K/KPI/31.2/02/2017

Status

Peringatan Tertulis

Stasiun TV

INDOSIAR

Program Siaran

“D’Academy 4”

Deskripsi Pelanggaran


Berdasarkan pemantauan, aduan masyarakat, dan hasil analisis, Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI Pusat) menilai Program Siaran “D’Academy 4” yang ditayangkan oleh stasiun INDOSIAR pada tanggal 26 Januari 2017 pukul 19.17 WIB tidak memperhatikan ketentuan tentang perlindungan kepada orang dan masyarakat tertentu (khususnya orang dengan kondisi fisik tertentu) seperti yang telah diatur dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI Tahun 2012.

Program Siaran tersebut menampilkan nyanyian yang bermuatan ejekan kepada salah satu pengisi acara, yakni “Badan Igun bundar, bundar badan igun, kalau tidak bundar, bukan badan igun…”. Selain itu, pada tanggal 27 Januari 2017 pukul 21.55 WIB terdapat kalimat ejekan “…jari lo kaki semua”. KPI Pusat menilai muatan ejekan seperti itu tidak pantas untuk ditayangkan. Berdasarkan hal tersebut, KPI Pusat memutuskan untuk memberikan peringatan.

Peringatan ini merupakan bagian dari pengawasan KPI Pusat terhadap pelaksanaan peraturan serta P3 dan SPS oleh lembaga penyiaran, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (UU Penyiaran). Kedepannya, saudara diharapkan senantiasa menjadikan P3 dan SPS KPI Tahun 2012 sebagai acuan dalam penayangan sebuah program siaran. Demikian agar peringatan ini agar menjadi perhatian saudara. Terima kasih.

Read more

Peringatan Tertulis Program Siaran “OMG” I-News TV

Tgl Surat

13 Februari 2017

No. Surat

66/K/KPI/31.2/02/2017

Status

Peringatan Tertulis

Stasiun TV

I-NEWS TV

Program Siaran

“OMG”

Deskripsi Pelanggaran


Berdasarkan pemantauan, aduan masyarakat, dan hasil analisis, Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI Pusat) menilai Program Siaran “OMG” yang ditayangkan oleh stasiun iNEWS TV pada tanggal 17 Januari 2017 pukul 13.46 WIB tidak memperhatikan ketentuan tentang perlindungan anak dan remaja yang telah diatur dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI Tahun 2012.

Program Siaran tersebut secara eksplisit menampilkan video-video tentang kebiasaan buruk seseorang, yakni memakan tisu dan meminum cairan cat. KPI Pusat menilai visualisasi memakan tisu dan meminum cairan cat tersebut dapat memberikan pengaruh buruk bagi anak-anak dan remaja yang menonton. Berdasarkan hal tersebut, KPI Pusat memutuskan untuk memberikan peringatan.

Peringatan ini merupakan bagian dari pengawasan KPI Pusat terhadap pelaksanaan peraturan serta P3 dan SPS oleh lembaga penyiaran, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (UU Penyiaran). Kedepannya, saudara diharapkan senantiasa menjadikan P3 dan SPS KPI Tahun 2012 sebagai acuan dalam penayangan sebuah program siaran. Demikian agar peringatan ini agar menjadi perhatian saudara. Terima kasih.

Read more

Peringatan Tertulis Program Siaran “Ini Talkshow” NET TV

Tgl Surat

13 Februari 2017

No. Surat

70/K/KPI/31.2/02/2017

Status

Peringatan Tertulis

Stasiun TV

NET TV

Program Siaran

“Ini Talkshow”

Deskripsi Pelanggaran


Berdasarkan pemantauan, aduan masyarakat, dan hasil analisis, Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI Pusat) menilai Program Siaran “Ini Talkshow” yang ditayangkan oleh stasiun NET TV pada tanggal 25 Januari 2017 pukul 21.01 WIB tidak memperhatikan ketentuan tentang perlindungan kepada orang dan masyarakat tertentu (khususnya orang dengan kondisi fisik tertentu) seperti yang telah diatur dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI Tahun 2012.

Program Siaran tersebut menampilkan kalimat ejekan, yakni “ini contoh centong firaun” dan “Oh saya tau artinya Gilang! Tingginya ilang!”. KPI Pusat menilai muatan ejekan seperti itu tidak pantas untuk ditayangkan. Berdasarkan hal tersebut, KPI Pusat memutuskan untuk memberikan peringatan.

Peringatan ini merupakan bagian dari pengawasan KPI Pusat terhadap pelaksanaan peraturan serta P3 dan SPS oleh lembaga penyiaran, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (UU Penyiaran). Kedepannya, saudara diharapkan senantiasa menjadikan P3 dan SPS KPI Tahun 2012 sebagai acuan dalam penayangan sebuah program siaran. Demikian agar peringatan ini agar menjadi perhatian saudara. Terima kasih.


Read more

Teguran Tertulis Program Siaran “Film TV: Krrish” MNC TV

Tgl Surat

13 Februari 2017

No. Surat

65/K/KPI/31.2/02/2017

Status

Teguran Tertulis

Stasiun TV

MNC TV

Program Siaran

“Film TV: Krrish”

Deskripsi Pelanggaran


Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI Pusat) berdasarkan Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (UU Penyiaran) berwenang mengawasi pelaksanaan peraturan dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS), serta memberikan sanksi terhadap pelanggaran P3 dan SPS. Berdasarkan pemantauan dan hasil analisis, KPI Pusat telah menemukan pelanggaran pada Program Siaran “Film TV: Krrish” yang ditayangkan oleh stasiun MNC TV pada tanggal 27 Januari 2017 pukul 10.23 WIB.

Program tersebut menayangkan adegan perkelahian (memukul dan menendang) dengan kuantitas cukup banyak serta visualisasi darah. Selain itu, juga terdapat tampilan wanita mengenakan baju yang memperlihatkan belahan dadanya. KPI Pusat menilai muatan-muatan tersebut dapat memberi pengaruh buruk bagi anak-anak dan remaja yang menonton. Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas ketentuan penghormatan terhadap norma kesopanan dan kesusilaan, perlindungan anak-anak dan remaja, serta penggolongan program siaran.

KPI Pusat memutuskan bahwa program jurnalistik tersebut telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 9, Pasal 14 Ayat (1) dan Pasal 21 Ayat (1) serta Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 9 Ayat (1), Pasal 15 Ayat (1) dan Pasal 37 Ayat (4) huruf a. Atas dasar tersebut, KPI Pusat menjatuhkan sanksi administratif Teguran Tertulis.

Saudara wajib menjadikan P3 dan SPS KPI Tahun 2012 sebagai acuan dalam penayangan sebuah program siaran. Demikian agar sanksi administratif teguran tertulis ini diperhatikan dan dipatuhi. Terima kasih.



Read more

Teguran Tertulis Kedua Program Jurnalistik “C.S.I: Catatan Seputar Investigasi” RTV

Tgl Surat

13 Februari 2017

No. Surat

72/K/KPI/31.2/02/2017

Status

Teguran Tertulis Kedua

Stasiun TV

RTV

Program Siaran

Jurnalistik “C.S.I: Catatan Seputar Investigasi”

Deskripsi Pelanggaran


Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI Pusat) berdasarkan Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (UU Penyiaran), berwenang mengawasi pelaksanaan peraturan dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI Tahun 2012 serta memberikan sanksi terhadap pelanggaran P3 dan SPS. Berdasarkan pemantauan dan hasil analisis, KPI Pusat telah menemukan pelanggaran pada Program Siaran Jurnalistik “C.S.I: Catatan Seputar Investigasi” yang ditayangkan oleh stasiun RTV pada tanggal 24 Januari 2017 pukul 11.03 WIB.

Berita bertajuk “Geliat Prostitusi WNA” tersebut menampilkan liputan tentang prostitusi WNA dengan muatan wawancara terhadap Sisi (PSK lokal) dan salah satu konsumen PSK asing. Terdapat muatan perbandingan tarif antara PSK lokal dan asing yakni “mereka sekali show ‘tuh bisa 1,5 sampai 4 juta… tapi kalau di-BO biayanya mungkin nambah lagi. Kalau kita yang lokal masih berkisaran di bawah 2 juta untuk short time…. di daerah Kota sana”. KPI Pusat menilai muatan tersebut cukup detail sehingga tidak dapat ditayangkan terutama pada jam tayang anak-anak dan remaja karena dapat mengakibatkan dampak buruk terhadap khalayak yang menonton. Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas perlindungan anak-anak dan remaja, larangan pembenaran hubungan seks di luar nikah, ketentuan program bincang-bincang seks, serta prinsip-prinsip jurnalistik.

KPI Pusat memutuskan bahwa tayangan tersebut telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 14, Pasal 16, Pasal 22 Ayat (3) serta Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 15 Ayat (1), Pasal 19 Ayat (1), Pasal 22. Berdasarkan pelanggaran tersebut, KPI Pusat memberikan sanksi administratif Teguran Tertulis Kedua.

Perlu kami ingatkan bahwa program saudara telah mendapatkan sanksi administratif teguran tertulis nomor 967/K/KPI/11/16 tanggal 10 November 2016 perihal muatan wawancara terhadap wanita yang menjadi korban pencabulan. Saudara wajib menjadikan P3 dan SPS KPI Tahun 2012 sebagai acuan utama dalam penayangan sebuah program siaran. Demikian agar surat sanksi administratif teguran tertulis kedua ini diperhatikan dan dipatuhi. Terima kasih.


Read more

Komisi Etika Penyiaran Jepang Sebut NHK Melanggar Hak Asasi Manusia

Tokyo - Komite Etika Penyiaran Jepang (BPO), Jumat pekan lalu, menyatakan pelanggaran hak asasi manusia khususnya terhadap Haruko Obokata mantan peneliti Riken yang telah dilakukan TV NHK pada penyiaran "NHK Special" yang ditayangkan Juli 2014 silam.

Laporan sains Obokata pada "British Journal Nature" bulan Januari 2014, yang memuat cara baru produksi stem cell lewat proses yang dijuluki akuisisi stimulus, dipicu dari pluripotensi, atau STAP cells, kemudian laporan tersebut Juli 2014 ditarik balik karena dianggap pemalsuan.

Pada program penyiaran "NHK Special," diperlihatkan Obokata membuat STAP cells menggunakan embryonic stem cells atau ES cells di mana dia memperolehnya dari sesuatu atau mencuri milik orang lain. Tetapi BOP meragukan kredibilitas informasi tersebut.

"Penyiaran tersebut terlihat telah melanggar hak asasi manusia dari pelapor Obokata," kata seorang anggota BOP.

Oleh karena itu BOP mengharapkan hal itu dapat ditanggapi NHK dengan mengambil langkah-langkah yang perlu agar tidak terulang lagi di masa mendatang.

"Kami telah membuat program tersebut dengan peliputan yang sangat baik dan obyektif. Namun kami juga akan memperhatikan hasil kesimpulan BOP tersebut. Kami tidak merasa telah melanggar hak asasi manusia," kata pihak NHK.

Laporan BOP menuliskan bahwa Obokata dianggap NHK telah mencuri ES cells, yang dibuat seorang mahasiswa asing yang dilakukan di laboratori Teruhiko Wakayama, seorang co-author dari naskah STAP cell.

Kesalahan dianggap BOP lebih kepada masalah editing (redaksional) ketimbang aktivitas pengambilan dan pengumpulan berita itu.

Institut penelitian Riken di mana dulu Obokata bekerja, menyimpulkan 2014 bahwa STAP cell itu sebenarnya sangat mirip dengan ES Cells.

Panel BOP juga menyalahkan wartawan NKK karena mengejar Obokata yang sudah tak mau memberikan komentar apa pun.

Obokata mengajukan komplain kepada BOP karena dituduh mencuri ES Cells sehingga dia merasa hak asasinya telah diinjak-injak oleh NHK.

Tanggal 25 Maret 2016 Obokata membuka situs http://stap-hope-page.com/ sendiri (sebagian dalam bahasa Inggris) yang menjelaskan dan selalu meng-update perkembangan STAP cells nya yang dianggap dia yang mengembangkannya. Red dari Tribunnews.com

Read more

<< < Februari 2017 > >>
Se Se Ra Ka Ju Sa Mi
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28          
logo kpi
Komisi Penyiaran Indonesia Pusat Gedung Sekretariat Negara Lantai VI
Jl.Gajah Mada No.8, Jakarta 10120
Indonesia
Telp. 021-6340713
Fax. 021-6340667, 6340679